Dakreativ

Buku ITB ‘Merancang yang Akan Dibuang’: Menggugat Desain Kemasan Kasir di Era Konsumen Pintar

Kreatif Oleh Dadan Furman • Jumat, 16 Oktober 2026 • 11:00 WIB
14
Buku ITB ‘Merancang yang Akan Dibuang’: Menggugat Desain Kemasan Kasir di Era Konsumen Pintar
Photo by Pragati Choudhari on Unsplash

Ketika seorang dosen ITB meluncurkan buku berjudul Merancang yang Akan Dibuang, judulnya saja sudah memancing tanya: apa yang sebenarnya akan dibuang? Jawabannya bukan sekadar sampah plastik, melainkan paradigma lama dalam desain kemasan yang menempel di area kasir—tempat konsumen memutuskan beli atau tidak dalam hitungan detik.

Latar Belakang Buku dan Penulis

Prof. Dr. Rudi Hartono, dosen jurusan Desain Produk ITB, menulis buku ini setelah meneliti lebih dari 200 titik penjualan di Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Ia menemukan bahwa hampir 70% kemasan di rak kasir tidak lagi berfungsi sebagai media komunikasi visual, melainkan menjadi beban logistik yang meningkatkan biaya operasional retailer dan menurunkan pengalaman belanja.

Kenapa Kemasan di Kasir Jadi Sorotan?

Area kasir adalah “last mile” visual dalam perjalanan pembelian. Di sinilah branding visual bertemu dengan UI/UX fisik: warna, tipografi, bentuk, dan bahkan tekstur kemasan harus menyampaikan nilai produk dalam hitungan detik. Namun, Rudi mencatat bahwa banyak brand masih mengandalkan desain yang didominasi “eye‑catchy” tanpa mempertimbangkan kepraktisan, keberlanjutan, atau konsistensi dengan identitas digital.

Implikasi pada Branding Visual

Desain kemasan yang tidak relevan dapat memecah narasi brand. Contohnya, sebuah kopi lokal yang menampilkan ilustrasi vintage pada kemasan butuh menyesuaikan visualnya dengan tampilan aplikasi pemesanan online yang minimalis. Jika tidak, konsumen akan merasakan dissonansi antara apa yang mereka lihat di rak dan apa yang mereka lihat di layar—dampak yang menggerus trust brand.

UI/UX Fisik: Desain Touchpoint di Kasir

UI/UX biasanya dipakai untuk produk digital, namun prinsipnya sama: meminimalkan friction dan meningkatkan kepuasan pengguna. Rudi menyoroti tiga elemen penting pada kemasan kasir:

Peluang Bisnis untuk Freelancer & Startup

Indonesia diprediksi akan menghasilkan US$ 13,5 miliar pasar kemasan ramah lingkungan pada 2028. Bagi freelancer UI/UX, agensi branding, atau startup logistik, buku ini membuka celah layanan:

Langkah Praktis untuk Desainer Indonesia

Agar tidak terjebak dalam desain yang “akan dibuang”, para desainer dapat mengikuti 5 langkah berikut:

Dengan pendekatan ini, desain tidak hanya “menarik” mata, tetapi juga “menyentuh” kebutuhan nyata konsumen di titik penjualan paling kritis.

Kesimpulan: Dari Kritik Menjadi Aksi

“Merancang yang Akan Dibuang” bukan sekadar kritik, melainkan panduan aksi bagi seluruh ekosistem kreatif Indonesia. Dari dosen hingga freelancer, semua dipanggil untuk menata ulang bahasa visual kemasan di area kasir—agar setiap produk yang lewat tidak hanya terjual, tetapi juga memberi nilai estetika, fungsional, dan lingkungan.


Baca Juga Terkini

Layanan Digital Kami

Jadi Programmer Website 1 Malam,
Ebook Vibe Coding

Jadi Programmer Website 1 Malam,

Rp.50.000 Rp.150.000
Asisten Perencana Konten Harian
Creator Tools

Asisten Perencana Konten Harian

Rp.25.000 Rp50.000
Asisten Perencaan Nikah
Wedding Planner

Asisten Perencaan Nikah

Rp.50.000 Rp.150.000
Tools Bantu Desainer
15 Tools Designer

Tools Bantu Desainer

Rp150.000 Rp.50.000

Sorotan Redaksi

Install app

Icon

Dakreativ Media & Publisher

media.dakreativ.com

✅ Link artikel berhasil disalin!