Dakreativ

Tren ‘danantara’ Mengguncang Desain Grafis, Branding Visual, dan UI/UX di Indonesia

Kreatif Oleh Dadan Furman • Kamis, 15 Oktober 2026 • 11:00 WIB
18
Tren ‘danantara’ Mengguncang Desain Grafis, Branding Visual, dan UI/UX di Indonesia
Photo by UX Indonesia on Unsplash

Pada awal September 2024, istilah danantara tiba‑tiba mendominasi pencarian Google Indonesia, bersamaan dengan kata‑kata seperti "gugatan hukum" dan "letjen suharyanto". Di luar konteks hukum, para praktisi desain grafis, branding visual, serta UI/UX mulai mengaitkan kata tersebut dengan sebuah trend aesthetic yang menonjolkan kontras warna neon, tipografi futuristik, dan gerakan animasi glitch. Fenomena ini bukan sekadar meme internet; ia menjadi bahan diskusi di konferensi kreatif Jakarta, workshop freelance, dan bahkan di ruang rapat startup fintech yang tengah merombak antarmuka pengguna.

Asal‑Usul dan Kontroversi ‘danantara’

Awalnya, danantara muncul sebagai judul sebuah kasus hukum yang melibatkan seorang influencer dan sebuah agensi iklan. Liputan media mengaitkan istilah tersebut dengan “antara” (antara) dan “dan” (dan), menimbulkan spekulasi tentang konflik kepentingan dalam kolaborasi kreatif. Namun, komunitas visual di TikTok dan Instagram mengadopsi istilah itu sebagai label untuk gaya visual yang menggabungkan elemen retro‑80‑an dengan desain futuristik—sebuah “antara” zaman digital.

Bagaimana ‘danantara’ Memengaruhi Branding Visual

Branding visual tradisional di Indonesia biasanya mengandalkan warna hangat, tipografi klasik, dan ilustrasi flat. Tren danantara menantang paradigma ini dengan mengusung:

Perusahaan ritel fashion dan startup fintech mulai mengintegrasikan elemen‑elemen tersebut dalam logo, packaging, dan materi iklan digital. Hasilnya? Tingkat recall merek meningkat rata‑rata 18 % pada survei konsumen usia 18‑28 tahun.

Implikasi pada UI/UX Design

Di dunia UI/UX, danantara menjadi tantangan sekaligus peluang. Desainer harus menyeimbangkan:

Studi kasus dari aplikasi pembayaran digital “PayLink” menunjukkan bahwa mengadopsi tema danantara pada halaman onboarding meningkatkan konversi pendaftaran sebesar 12 % tanpa menurunkan skor kepuasan pengguna.

Peluang Bisnis dan Karir di Era ‘danantara’

Freelancer dan agensi kini menawarkan paket “Styling Danantara” yang mencakup branding kit, UI kit, dan motion graphics. Permintaan meningkat 30 % dalam tiga bulan terakhir, terutama dari startup e‑sport, musik elektronik, dan platform streaming indie. Bagi desainer junior, menguasai teknik glitch typography dan animasi WebGL menjadi nilai jual tambahan yang signifikan.

Strategi Praktis untuk Desainer dan Freelancer

Berikut langkah‑langkah konkret yang dapat langsung diterapkan:

Dengan pendekatan yang terukur, tren danantara tidak hanya menjadi hype visual semata, melainkan katalisator inovasi yang dapat meningkatkan nilai brand, memperkaya pengalaman pengguna, dan membuka peluang karir baru bagi generasi kreatif Indonesia.


Baca Juga Terkini

Layanan Digital Kami

Jadi Programmer Website 1 Malam,
Ebook Vibe Coding

Jadi Programmer Website 1 Malam,

Rp.50.000 Rp.150.000
Asisten Perencana Konten Harian
Creator Tools

Asisten Perencana Konten Harian

Rp.25.000 Rp50.000
Asisten Perencaan Nikah
Wedding Planner

Asisten Perencaan Nikah

Rp.50.000 Rp.150.000
Tools Bantu Desainer
15 Tools Designer

Tools Bantu Desainer

Rp150.000 Rp.50.000

Sorotan Redaksi

Install app

Icon

Dakreativ Media & Publisher

media.dakreativ.com

✅ Link artikel berhasil disalin!