Dakreativ

Solok Giatkan Etika AI: Mahasiswa AKPER YPTK Ditarik ke Era Literasi Digital

AI Oleh Dadan Furman • Jumat, 23 Oktober 2026 • 17:00 WIB
15
Solok Giatkan Etika AI: Mahasiswa AKPER YPTK Ditarik ke Era Literasi Digital
Photo by Nguyen Dang Hoang Nhu on Unsplash

Pada 22 Oktober 2026, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Solok menggelar serangkaian workshop intensif di Aula Fakultas Kedokteran di Solok, menyiapkan lebih dari 150 mahasiswa baru AKPER YPTK untuk memahami etika kecerdasan buatan dan meningkatkan literasi digital mereka.

Acara ini tidak hanya sekadar kuliah umum; ia menjadi titik tolak kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku industri teknologi yang tengah berusaha menyiapkan tenaga kerja generasi Z agar siap menghadapi revolusi AI yang semakin menggerogoti semua lini ekonomi.

Latar Belakang Kebutuhan Etika AI di Solok

Indonesia menempati peringkat lima besar dalam adopsi AI di Asia Tenggara, namun regulasi etika masih terfragmentasi. Solok, dengan ekonomi berbasis pertanian dan UMKM, menghadapi risiko penggunaan AI tanpa kontrol—misalnya algoritma prediksi harga komoditas yang dapat memanipulasi pasar lokal. Diskominfo melihat peluang untuk mengedukasi generasi muda sebelum teknologi tersebut menyusup ke sektor kritis.

Isi Pelatihan: Dari Bias Algoritma hingga Kebijakan

Program tiga hari mencakup tiga modul utama:

Setiap modul dipandu oleh praktisi dari startup AI Bandung, dosen UI yang meneliti regulasi AI, serta perwakilan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang menekankan pentingnya compliance.

Dampak Langsung bagi Mahasiswa, Freelancer, dan Bisnis Lokal

Mahasiswa AKPER YPTK, yang kebanyakan akan menjadi tenaga kesehatan di wilayah pedesaan, kini memiliki bekal untuk mengintegrasikan sistem AI dalam diagnosis awal atau manajemen rekam medis. Freelancer desain grafis dan developer web di Solok dapat memanfaatkan pengetahuan ini untuk menawarkan layanan AI‑enabled, seperti chatbot layanan publik atau analitik kunjungan website pemerintah.

Untuk UMKM, terutama yang bergerak di e‑commerce, pemahaman etika AI membuka jalan bagi penggunaan rekomendasi produk yang adil, mengurangi praktik diskriminatif yang dapat menurunkan kepercayaan konsumen.

Tantangan Implementasi Etika AI di Tingkat Daerah

Walaupun antusiasme tinggi, ada tiga hambatan utama:

Diskominfo berencana membentuk tim kerja gabungan dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) untuk mengatasi ketiga poin tersebut dalam jangka menengah.

Langkah Praktis untuk Mengintegrasikan Etika AI dalam Pendidikan

Berikut lima langkah konkret yang dapat diadopsi oleh institusi pendidikan dan komunitas digital di Solok:

Dengan langkah‑langkah ini, Solok tidak hanya menyiapkan generasi yang paham teknologi, tetapi juga yang bertanggung jawab secara sosial—sebuah model yang bisa ditiru oleh daerah lain di Indonesia.


Baca Juga Terkini

Layanan Digital Kami

Jadi Programmer Website 1 Malam,
Ebook Vibe Coding

Jadi Programmer Website 1 Malam,

Rp.50.000 Rp.150.000
Asisten Perencana Konten Harian
Creator Tools

Asisten Perencana Konten Harian

Rp.25.000 Rp50.000
Asisten Perencaan Nikah
Wedding Planner

Asisten Perencaan Nikah

Rp.50.000 Rp.150.000
Tools Bantu Desainer
15 Tools Designer

Tools Bantu Desainer

Rp150.000 Rp.50.000

Sorotan Redaksi

Install app

Icon

Dakreativ Media & Publisher

media.dakreativ.com

✅ Link artikel berhasil disalin!